Kalau ada lagu yang syairnya gak lekang dengan waktu, kira-kira ada yang bisa sebutin gak siapa penyanyinya....? kl ada yg jawab Iwan Fals, yup, gw stuju banget.... gw sedari dulu suka banget sm lagu-lagu Bang Iwan Fals. Gak cuma karena syairnya yg kritis dan gak cengen kl ngomongin soal cinta tapi juga gak lekang dengan waktu. Sebut ajah lagunya Omar Bakri, yg emang kenyataannya seperti itu nasib para guru. Trus lagu Wakil Rakyat yang dalam syairnya "harusnya merakyat.." masih sangat relevan dengan kondisi saat ini yang para anggota dewannya sibuk mikirin keuntungan sendiri ampe-ampe kena kasus korupsi. Kalau dulu gw pas lagi iseng trus megang atau main gitar, lagu yang pasti gw mainkan pasti lagunya Iwan Fals karena kuncinya sederhana ajah.
Orang suka dengan lagu mungkin gak cuma karena arransement musicnya yang bagus tp juga karena syair lagunya yang kadang sesuai dengan kondisi atau apa yang kita rasakan saat ini. Dan ada satu lagu Iwan Fals yang berjudul "Belum ada Judul" yang cukup menggambarkan kisah gw. Entah disadari atau tidak kurang lebih hampir seperti ini yg gw alamin. Mungkin seorang teman disana(maksudnya yg baca blog ini) yang membaca syair lagu ini bisa mengerti apa yg dimaksud dengan syair ini. Inilah syair lagunya Iwan Fals yang berjudul "Blum ada Judul"
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yg sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelah...
#Bait ini mengingatkan akan peristiwa banjir beberapa waktu yang lalu dimana banyak jalan yang terendam dengan ketinggian hampir 1 meter. Pada waktu itu kantor gw pun membuat kebijakan membolehkan para karyawan untuk pulang cepat karena takut terjebak banjir. Gw dan teman gw pun melewati masa-masa ini. Dan disaat-saat ini ada mimpi yang ingin dibeli. Mimpi-mimpi indah dan hanya indah didalam mimpi tanpa pernah bisa dibeli.#
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah,
Kau....
# Terik mentari tak menggoyahkan hasrat tuk mencapai sebuah tujuan. Dengan berkendaraan roda dua, jalan dilalui tanpa peduli panas membakar kulit. Inilah aku, yang tak pernah percaya sampai pada niatku dan tujuanku disana meski roda nasib trus berputar.#
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Di hati....
#Mungkin ada dendam atau tiada dendam atau sempat ada dendam seiring pergantian hari demi hari. Sifat lumrah manusia jika merasa suka atau tidak suka harus menerima sesuatu yg mungkin tak pernah diharapkan.#
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku
Sobat....
#Mencari seorang musuh sangatlah gampang tapi mencari seorang teman teramat-amat susah. Sekian lama berjalan akhirnya berjumpa seorang teman yang membawakan air surga tuk membasuh dahaga jiwa yang gersang. Tak perlu kata-kata namun tatapannya cukup membawa makna, menusuk jiwa. Bangkit...bangkit...bangkit...#
Mungkin itulah sedikit yang bisa dikaitkan antara sebuah syair lagu dengan sebuah keadaan dari sang pelaku kehidupan. Masih banyak lagi mungkin diluar sana yang bisa banyak menceritakan keterkaitan sebuah syair lagu dengan kehidupannya. Dan ini adalah salah satunya yang membawa gw ke alam nostalgia kala senja merona merah menyambut pergantian waktu.
Dan yang pasti jangan pernah terlupakan bahwa Roda kehidupan masih terus berputar teman....
Orang suka dengan lagu mungkin gak cuma karena arransement musicnya yang bagus tp juga karena syair lagunya yang kadang sesuai dengan kondisi atau apa yang kita rasakan saat ini. Dan ada satu lagu Iwan Fals yang berjudul "Belum ada Judul" yang cukup menggambarkan kisah gw. Entah disadari atau tidak kurang lebih hampir seperti ini yg gw alamin. Mungkin seorang teman disana(maksudnya yg baca blog ini) yang membaca syair lagu ini bisa mengerti apa yg dimaksud dengan syair ini. Inilah syair lagunya Iwan Fals yang berjudul "Blum ada Judul"
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yg sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelah...
#Bait ini mengingatkan akan peristiwa banjir beberapa waktu yang lalu dimana banyak jalan yang terendam dengan ketinggian hampir 1 meter. Pada waktu itu kantor gw pun membuat kebijakan membolehkan para karyawan untuk pulang cepat karena takut terjebak banjir. Gw dan teman gw pun melewati masa-masa ini. Dan disaat-saat ini ada mimpi yang ingin dibeli. Mimpi-mimpi indah dan hanya indah didalam mimpi tanpa pernah bisa dibeli.#
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah,
Kau....
# Terik mentari tak menggoyahkan hasrat tuk mencapai sebuah tujuan. Dengan berkendaraan roda dua, jalan dilalui tanpa peduli panas membakar kulit. Inilah aku, yang tak pernah percaya sampai pada niatku dan tujuanku disana meski roda nasib trus berputar.#
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Di hati....
#Mungkin ada dendam atau tiada dendam atau sempat ada dendam seiring pergantian hari demi hari. Sifat lumrah manusia jika merasa suka atau tidak suka harus menerima sesuatu yg mungkin tak pernah diharapkan.#
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku
Sobat....
#Mencari seorang musuh sangatlah gampang tapi mencari seorang teman teramat-amat susah. Sekian lama berjalan akhirnya berjumpa seorang teman yang membawakan air surga tuk membasuh dahaga jiwa yang gersang. Tak perlu kata-kata namun tatapannya cukup membawa makna, menusuk jiwa. Bangkit...bangkit...bangkit...#
Mungkin itulah sedikit yang bisa dikaitkan antara sebuah syair lagu dengan sebuah keadaan dari sang pelaku kehidupan. Masih banyak lagi mungkin diluar sana yang bisa banyak menceritakan keterkaitan sebuah syair lagu dengan kehidupannya. Dan ini adalah salah satunya yang membawa gw ke alam nostalgia kala senja merona merah menyambut pergantian waktu.
Dan yang pasti jangan pernah terlupakan bahwa Roda kehidupan masih terus berputar teman....

0 comments:
Post a Comment