<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850</id><updated>2011-04-21T20:19:13.643-07:00</updated><title type='text'>Berbagi Cerita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-455853138872092417</id><published>2008-12-01T06:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-01T06:37:48.171-08:00</updated><title type='text'>Mbakyu Jamu</title><content type='html'>Segelas jamu tersuguh dimeja, mbakyu jamu baru saja menaruhnya disitu&lt;br /&gt;Dengan lincahnya tadi kuperhatikan ia meramu minuman&lt;br /&gt;Ditambah dengan lirikan-lirikan curian kepadaku&lt;br /&gt;Aku tahu ia cb menarik perhatianku&lt;br /&gt;Dari caranya berjalan dan memandang&lt;br /&gt;Hampir tiap hari peristiwa itu terulang&lt;br /&gt;Namun sayang, mbakyu jamu belum mampu menarik perhatianku&lt;br /&gt;Tak patah arang, ia pun jg cb memperbaiki penampilannya&lt;br /&gt;Sekarang mbakyu jamu suka sekali berpakaian seksi&lt;br /&gt;Seperti lakon pembantu seksi yang bernama inem&lt;br /&gt;Sering ia memberikan jamu ramuannya sambil merunduk dalam&lt;br /&gt;Entah apa maksud mbakyu jamu terhadapku&lt;br /&gt;Mungkin agar aku tergoda dan terperangkap muslihatnya&lt;br /&gt;Tapi sayang, lagi-lagi mbakyu jamu tak berhasil dengan tipu dayanya&lt;br /&gt;Kini ia hanya berpasrah diri&lt;br /&gt;Berharap waktu mau berpihak padanya&lt;br /&gt;Kini hanya doa yang mbakyu sering lakukan&lt;br /&gt;Disaat waktu luang maupun saat meracik ramuan&lt;br /&gt;Namun belakang ia tahu, rupanya lelaki yg ia suka dan diam-diam dia puja, tak lagi sendiri&lt;br /&gt;Mbakyu jamu patah hati&lt;br /&gt;Mbakyu jamu merasa hancur hatinya&lt;br /&gt;Cintanya tak terbalaskan&lt;br /&gt;Sempat ia menghilang tak menjajakan jamu&lt;br /&gt;Namun akhirnya mbakyu jamu tersadar kembali&lt;br /&gt;Jika cinta tak harus memiliki&lt;br /&gt;Mbakyu jamu sadar&lt;br /&gt;Dan kini memulai kembali langkah baru&lt;br /&gt;Ia kembali menjajakan jamu&lt;br /&gt;Dengan semangat baru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-455853138872092417?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/455853138872092417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=455853138872092417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/455853138872092417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/455853138872092417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/12/mbakyu-jamu.html' title='Mbakyu Jamu'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-398612493533138880</id><published>2008-07-14T00:25:00.001-07:00</published><updated>2008-07-14T00:58:17.703-07:00</updated><title type='text'>Nostalgia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau ada lagu yang syairnya gak lekang dengan waktu, kira-kira ada yang bisa sebutin gak siapa penyanyinya....? kl ada yg jawab Iwan Fals, yup, gw stuju banget.... gw sedari dulu suka banget sm lagu-lagu Bang Iwan Fals. Gak cuma karena syairnya yg kritis dan gak cengen kl ngomongin soal cinta tapi juga gak lekang dengan waktu. Sebut ajah lagunya Omar Bakri, yg emang kenyataannya seperti itu nasib para guru. Trus lagu Wakil Rakyat yang dalam syairnya "harusnya merakyat.." masih sangat relevan dengan kondisi saat ini yang para anggota dewannya sibuk mikirin keuntungan sendiri ampe-ampe kena kasus korupsi. Kalau dulu gw pas lagi iseng trus megang atau main gitar, lagu yang pasti gw mainkan pasti lagunya Iwan Fals karena kuncinya sederhana ajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang suka dengan lagu mungkin gak cuma karena arransement musicnya yang bagus tp juga karena syair lagunya yang kadang sesuai dengan kondisi atau apa yang kita rasakan saat ini. Dan ada satu lagu Iwan Fals yang berjudul "Belum ada Judul" yang cukup menggambarkan kisah gw. Entah disadari atau tidak kurang lebih hampir seperti ini yg gw alamin. Mungkin seorang teman disana(maksudnya yg baca blog ini) yang membaca syair lagu ini bisa mengerti apa yg dimaksud dengan syair ini. Inilah syair lagunya Iwan Fals yang berjudul "Blum ada Judul"&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pernah kita sama-sama susah&lt;br /&gt;Terperangkap di dingin malam&lt;br /&gt;Terjerumus dalam lubang jalanan&lt;br /&gt;Digilas kaki sang waktu yg sombong&lt;br /&gt;Terjerat mimpi yang indah&lt;br /&gt;Lelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Bait ini mengingatkan akan peristiwa banjir beberapa waktu yang lalu dimana banyak jalan yang terendam dengan ketinggian hampir 1 meter. Pada waktu itu kantor gw pun membuat kebijakan membolehkan para karyawan untuk pulang cepat karena takut terjebak banjir. Gw dan teman gw pun melewati masa-masa ini. Dan disaat-saat ini ada mimpi yang ingin dibeli. Mimpi-mimpi indah dan hanya indah didalam mimpi tanpa pernah bisa dibeli.#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita sama-sama rasakan&lt;br /&gt;Panasnya mentari hanguskan hati&lt;br /&gt;Sampai saat kita nyaris tak percaya&lt;br /&gt;Bahwa roda nasib memang berputar&lt;br /&gt;Sahabat masih ingatkah,&lt;br /&gt;Kau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Terik mentari tak menggoyahkan hasrat tuk mencapai sebuah tujuan. Dengan berkendaraan roda dua, jalan dilalui tanpa peduli panas membakar kulit. Inilah aku, yang tak pernah percaya sampai pada niatku dan tujuanku disana meski roda nasib trus berputar.#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hari terus berganti&lt;br /&gt;Engkau pergi dengan dendam membara&lt;br /&gt;Di hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Mungkin ada dendam atau tiada dendam atau sempat ada dendam seiring pergantian hari demi hari. Sifat lumrah manusia jika merasa suka atau tidak suka harus menerima sesuatu yg mungkin tak pernah diharapkan.#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama aku jalan sendiri&lt;br /&gt;Tanpa teman yang sanggup mengerti&lt;br /&gt;Hingga saat kita jumpa hari ini&lt;br /&gt;Tajamnya matamu tikam jiwaku&lt;br /&gt;Kau tampar bangkitkan aku&lt;br /&gt;Sobat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Mencari seorang musuh sangatlah gampang tapi mencari seorang teman teramat-amat susah. Sekian lama berjalan akhirnya berjumpa seorang teman yang membawakan air surga tuk membasuh dahaga jiwa yang gersang. Tak perlu kata-kata namun tatapannya cukup membawa makna, menusuk jiwa. Bangkit...bangkit...bangkit...#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itulah sedikit yang bisa dikaitkan antara sebuah syair lagu dengan sebuah keadaan dari sang pelaku kehidupan. Masih banyak lagi mungkin diluar sana yang bisa banyak menceritakan keterkaitan sebuah syair lagu dengan kehidupannya. Dan ini adalah salah satunya yang membawa gw ke alam nostalgia kala senja merona merah menyambut pergantian waktu.&lt;br /&gt;Dan yang pasti jangan pernah terlupakan bahwa Roda kehidupan masih terus berputar teman....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-398612493533138880?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/398612493533138880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=398612493533138880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/398612493533138880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/398612493533138880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/07/nostalgia.html' title='Nostalgia'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-5949176337377803445</id><published>2008-07-03T02:57:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T02:58:16.231-07:00</updated><title type='text'>Mencintai Itu Keputusan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya.Sebentar. kemudian ia pun berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah bukti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebab cinta adalah kata lain dari memberi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; sebab memberi adalah pekerjaan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; melindungi itu berat. sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia mengatakan, "Aku mencintaimu". Kepada siapapun! Sebab itu adalah keputusan besar. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; taruhan kepribadian disitu. Aku mencintaimu, adalah ungkapan lain dari Aku ingin memberimu sesuatu. Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan padamu ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu...."&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan proses pertumbuhan itu taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, "Aku mencintaimu", kamu harus membuktikan ucapan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya. Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu, konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Di situ konsistensi teruji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Di situ juga integritas terbukti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam waktu yang longgar. Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya mengatakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya: Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-5949176337377803445?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/5949176337377803445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=5949176337377803445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/5949176337377803445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/5949176337377803445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/07/mencintai-itu-keputusan.html' title='Mencintai Itu Keputusan'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-4216781810990278866</id><published>2008-07-02T21:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T21:25:40.572-07:00</updated><title type='text'>My Fren's B'day</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pagi hari, kamis 9 Juni 2005, Bang Jul kluar rumah dengan membawa air dalam ember untuk menyiram tanaman dihalaman rumahnya. Yup, Bang Jul memiliki kebiasaan baru di pagi hari untuk tidak lupa menyirami tanam-tanaman yg ia beli dan ia rawat. Sesekali melepas pandang jauh kedepan mencoba meresapi salah satu keindahan Tuhan dengan diciptakan tanaman yg beraneka warna nan cantik jelita. Tiba-tiba Bang Jul teringat bahwa hari ini adalah ulang tahun teman kantornya yg bernama Tante Jensu. Entah berapa umur Tante Jensu pikir Bang Jul, mungkin sudah mulai memasuki masa menoupose, lamunannya menerawang jauh. Tp tidak mungkin, Tante Jensu masih terlihat sekal dan muntogg untuk dikategorikan wanita yg monoupose. Tp ya sudahlah, pikir Bang Jul, karena memang ia tidak tahu informasi tahun lahir dari Tante Jensu. Bisa jadi ia lahir tahun 60 an atau bahkan tahun 50 an. Cuma karena mungkin Tante Jensu rajin minum ramuan awet muda cap jengkol dari cina jadinya badannya tetep mengkel kayak buah jengkol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Segera Bang Jul masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri dan bersiap-siap berangkat ke kantor agar tiba lebih pagi. Tujuan utama Bang Jul datang ke kantor lebih pagi tak lain adalah ingin menjadi orang pertama yg mengucapkan selamat ulang tahun kepada Tante Jensu dan agar tidak malu kl Bang Jul nanti kasih cipika-cipiki sm Tante Jensu, dimana Tante Jensu memang sudah mengharapkan ini puluhan tahun yg lalu tp blum kesampean jg. Kasihan kannn, pikir Bang Jul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Stelah rapi berpakaian, Bang Jul segera mengeluarkan si Mega dan menghidupkannya. Mega adalah motor kesayangan Bang Jul yg di beli dari hasil jerih payah kerjanya. Teringat sebuah perjuangan keras dalam memiliki si Mega, yg pada akhirnya Bang Jul nekat untuk memilikinya dengan cara kredit dengan bunga yg rasanya cukup mencekik saat itu. Bang Jul tahu konsekuensinya jika pada akhirnya ia memutuskan kredit, dengan DP yg paling murah dan jangka waktu yg cukup singkat, otomatis angsuran yg harus dibayar cukuplah besar waktu itu. Bang Jul pun sgera mencanangkan gerakan mengencangkan ikat pinggang selama kredit itu blum lunas. Jadi wajarlah kl pinggang Bang Jul terlihat ramping dan atletis atw bahkan ampe gak kliatan pinggangnya. Tatkala Bang Jul memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu yg ingin dibeli, Bang Jul langsung menatap si Mega dengan tatapan tajam dan dalam penuh arti dan berkata dalam hati “uang ku hanya untuk melunasi mu sayang, bukan untuk membeli barang yg menggoda ku itu”, dasar barang penggoda, ternyata bukan cuma wanita saja yg bisa jadi penggoda, ucap Bang Jul. Lalu stelah beberapa lama menatap, sgera hilanglah keinginan itu, menguap seiring hembusan napas Bang Jul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ada rasa khawatir jg diawal-awal membeli si Mega, karena dengan angsuran yg cukup besar, jangan-jangan nanti Bang Jul bisa di bilang kena penyakit cacingan karena nanti badannya yg makin ramping akibat program hemat ketat nya atw busung lapar karena kliatan jarang makan siang tp kok perutnya trus majuhh..???. Ahh.. smua adalah masa lalu, kenang Bang Jul. kini Bang Jul tinggal menikmati hasil jerih payah kerja nya. Dan memang si Mega ini lah yg menjadi teman setia kemana pun Bang Jul pergi baik dalam cuaca panas maupun hujan, tak pernah mengeluh dan ikhlas membantu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kemudian stelah mesin dirasa cukup panas, brangkatlah Bang Jul menuju kantor tercinta di kawasan bisnis segitiga emas didaerah kuningan Jakarta, tempat ia bekerja selama kurang lebih 2 thn 10 bulan. Seperti biasa, sesampainya dikantor karena jam menunjukkan waktu masih terlalu pagi untuk ukuran karyawan disini apalagi bagi sbuah perusahaan advertising, maka blum banyak karyawan yg datang. Paling 1-2 orang yg datang pagi plus para OB yg memang bertanggung jawab untuk datang paling awal untuk membuka pintu kantor dan bersih-bersih sebelum karyawan yg lain datang. Tapi Bang Jul tahu, Tante Jensu adalah salah satu karyawan yg rajin datang pagi meskipun rumahnya terbilang cukup jauh yaitu di daerah ujung ujungnya Jakarta. Emang Jakarta berujung yahhh, ucap Bang Jul dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sambil menunggu Tante Jensu, Bang Jul mengerjakan pekerjaan yg harus ia selesaikan pagi ini. Stelah beberapa menit, tiba-tiba Bang Jul melihat sesosok wanita yg ia rasa sudah cukup kenal dan mungkin yang ia sudah tunggu-tunggu. Sebelumnya Bang Jul coba memperhatikan lebih jelas lagi untuk meyakinkan diri apakah benar ciri-ciri yg ia lihat. Sosok wanita yg tingginya semampai, seratus lima puluh kyknya gak sampai, trus kecil, imut, agak bullet jg, bisa ngegelinding kl ia jatuh, trus, tp kok badannya agak lebih besar dan lebar dan tidak berkaca mata..???, tanya Bang Jul dalam hati. Hahh…!!! duh Bang Jul salah lihat rupanya, yg datang itu ternyata adalah Jeng Marli, janda dengan anak tiga yg katanya lumayan tajir setelah mendapat peninggalan warisan dari suaminya. Damn..!!! kayaknya kacamata ini harus segera diganti, umpat Bang Jul, lalu meneruskan kerja kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Rupanya Bang Jul keasyikan dengan kerjanya sehingga tanpa disadarinya satu-persatu teman kerja nya sudah mulai berdatangan. Tetapi sebenarnya Bang Jul bukan keasyikan bekerja, karena memang tugas yg diberikan oleh atasannya harus kelar pagi ini juga, mangkanya Bang Jul terlihat serius dan tidak peduli dengan kehadiran teman-temannya. Hal ini jugalah yg menyebabkan Bang Jul tidak mengetahui bahwa orang yg sedang di tunggunya yaitu Tante Jensu sudah tiba di kantor. Bang Jul mengetahuinya stelah melihat List Groupwise salah satu fasilitas untuk chat internal kantor. Karuan saja Bang Jul bingung, antara menghampiri Tante Jensu untuk mengucapkan selamat ataw menyelesaikan tugasnya. Dengan arif dan bijak, Bang Jul memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu dengan alasan Tante Jensu tidak akan marah kl ternyata bukan Bang Jul, orang pertama yg mengucapkan selamat ulang tahun pada pagi hari yg cerah ini karena memang Tante Jensu tetap mengharapkan ucapan selamat itu kapan pun Bang Jul sempat. Kalau perlu Tante Jensu akan membuat suatu acara spesial nanti malam hanya untuk mereka berdua. Ini adalah keinginan terpendam dari Tante Jensu stelah skian tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bang Jul melanjutkan pekerjaannya, tinggal sedikit lagi, Aku akan segera menghampiri Tante, ucap Bang Jul pelan. Ditengah keseriusannya menyelesaikan pekerjaan, tiba-tiba Bang Jul melihat secara spintas sosok wanita yg melintas di sampingnya. Yup, wanita itu memiliki ciri-ciri seperti yg telah disebut diatas. Tp tubuhnya memang tak sebesar dan selebar Jeng Marli dan ia berkacatamata. Bang Jul yakin itu adalah Tante Jensu, ia sedang menuju pantry untuk mengambil minuman dan peralatan makan untuk sarapan paginya. Tp apakah Tante Jensu tadi berjalan atw menggelinding yahh...? kok cepat sekali, Bang Jul coba mengingat. Tp seingat Bang Jul memang Tante Jensu itu kl berjalan agak cepat dan sedikit ngepot kayaknya. Bang Jul segera bersiap-siap untuk mencegat Tante Jensu sekembalinya nanti dari Pantry.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhirnya yg di tunggu-tunggu datang jg, Bang Jul segera berdiri dari bangku dan menebarkan senyum ramah penuh pesona, dimana smua wanita yg melihat senyuman Bang Jul pasti selalu terpesona dan terkenang termasuk salah satunya adalah Tante Jensu. Tante Jensu pun membalas senyuman Bang Jul dengan ramah penuh pesona plus penuh arti. Kl Bang Jul boleh menterjemahkan, senyuman itu artinya, “aku sudah menunggu moment ini, ajak aku keluar sayang... “,begitulah kira-kira terjemahan Bang Jul. “Selamat Ulang Tahun, Happy B’day Tante..., mudah2an sukses selalu yahh, wish u all d best dehhh...” ucap Bang Jul sambil mengulurkan dan menjabat tangan Tante Jensu yg halus dan lembut serta berisi. Rasanya wanita ini blum monoupose seperti perkiraan Bang Jul sebelumnya. Dan rasanya Bang Jul jg ingin menarik Tante Jensu ke sudut ruangan dan memberikan yg Tante Jensu inginkan. Tp Bang Jul sadar bahwa suasana kantor sudah smakin ramai seiring kedatangan teman-teman kantornya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Trimakasih yah Oomm...” balas Tante Jensu sambil tersipu. Tante Jensu memang senang memanggil Bang Jul dengan sebutan Oom, entah karena wajah Bang Jul yg sudah mirip dengan Oom-Oom atw itu adalah panggilan sayang dari Tante Jensu. “Mo dikasih kado apa..?” Bang Jul coba berbasa-basi. “Bener niy..mo kasih kado..?” dengan ekpresi gembira berharap keinginannya yg terpendam terhadap Bang Jul terpenuhi. “ntar si Oom nyesel lagi...” lanjut Tante Jensu. “Hahahaha...” Bang Jul tertawa dan mengerti maksud Tante Jensu. “iya yahh..., nyesel deh gw nawarin Tante..” ucap Bang Jul. “Gpp Oom..., btw ,thanks yahh..” balas si Tante dan kemudian berlalu. Meskipun cm percakapan singkat, tp terlihat wajah yg cerah ceria di wajah Tante Jensu karena hari ini adalah hari bahagianya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada akhirnya, Bang Jul memikirkan sebuah kado atw hadiah yg ingin diberikan kepada Tante Jensu. Sbuah kado atw hadiah yg berkesan dihari ulang tahunnya. Bukan kado ataw hadiah yg biasa-biasa sajah. Akhirnya setelah Bang Jul dan Tante Jensu ber chat ria di groupwise, Bang Jul memberi tahu Tante Jensu bahwa ia telah membuatkan sebait puisi untuk si Tante dalam blog yg ia punya. Tante Jensu merasa senang sekali mendengarnya, terharu dan merasa bahagia setelah membaca puisi Bang Jul. Kemudian ia memberitahu kepada teman-temannya untuk ikut membaca puisi Bang Jul dengan cara memberitahu lewat status YM nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan satu lagi, Bang Jul berjanji akan membuatkan sebuah cerita pendek ataw singkat berkaitan dengan ulang tahun Tante Jensu. Dan inilah crita yg telah terbuat. Sbuah crita yg sebagian crita adalah fiktif, dan rekayasa belaka. Kl ada kesamaan bentuk, tempat dan crita, itu hanyalah kebetulan belaka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Happy B’day&lt;/span&gt; Tante Jensu. Inilah janji yg Bang Jul penuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;has been posted: June 15, 2005&lt;br /&gt;Source: www.mataharilaut.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-4216781810990278866?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/4216781810990278866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=4216781810990278866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/4216781810990278866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/4216781810990278866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/07/my-frens-bday.html' title='My Fren&apos;s B&apos;day'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-7344219764324140179</id><published>2008-07-01T05:01:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T05:03:41.117-07:00</updated><title type='text'>Senam Pernapasan - Part Two (End)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Senam yg gw ikutin memang bertujuan untuk kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;(eh, prasaan emang semua senam untuk kesehatan yak..:D). Intinya, senam ini adalah mengolah energi dalam diri kita sendiri (nah, loe pada pasti gak nyadar kan.., kl dalam diri loe pada punya energi yg luar biasa yg bisa digunakan untuk berbagai keperluan dengan catatan kita bisa ngolah energi itu dengan baik dan benar). Tentu banyak mamfaat yg bisa didapat dari senam pernapasan ini karena dari tiap gerakan jurus mempunyai fungsi dan mamfaat masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Karena dalam kelompok senam gw banyak orang-orang yg sudah berkeluarga maka jurus yg paling favorit bagi mereka adalah jurus dasar kedua. Wuadohhh… stelah gw tau, ternyata jurus dasar kedua ini disamping berguna buat menghilangkan rasa Lemas, Letih, Lelah, Lesu juga berguna untuk mengobati Lemah Syahwat.. (whuaaa… pantesan bapak-bapaknya pada semangat, dah gituh ibu-ibu nya pada senyum genit2 gituhh, kyk nya mereka langsung memberikan isyarat-isyarat gituh dehh, kl ntar malam sehabis senam perlu pembuktian).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Ayo smua anggota, kita memasuki jurus dasar kedua” Sang Pelatih memberikan intruksi kepada smua anggota senam. “Apa mamfaatnya jurus dasar kedua ini, Bapak2 dan Ibu2..???” Sang Pelatih memang selalu menanyakan kegunaan dari setiap jurus sebelum gerakan di lakukan. “Untuk 5L Pak Haji..” sbuah jawaban keras, lantang dan semangat dari seorang bapak-bapak yg diketahui bernama Pak Dodi yg memang dia paling semangat jika melakukan jurus ini meskipun uban sudah cukup meramaikan warna rambut dikepalanya. Dan kemudian terdengar suara koor dari smua anggota “5L.......(intonasi L dipanjangkan sebanyak 5 harkat)”. Tau maksud dari harkat kan..???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Bagus.., smua anggota sudah pada tau maamfaat dari jurus ini” Sang Pelatih melanjutkan. “Baiklah kl begitu, mari kita mulai gerakan jurus dasar kedua ini. Ayoo Pak Dodi dipercantik gerakan jurusnya yahh..!!!” ucap Sang Pelatih kepada Pak Dodi dan diikuti para pelatih yang lainnya, “Ayo smangat Pak Dodi..!!!” dan secara tiba-tiba jg para anggota yg lain memberikan semangat jg pada Pak Dodi, “Smangat Pak Dodi, SMANGATTT....!!!”. Pak Dodi yg antara kaget dan tidak kaget melihat sikap teman-teman senamnya, bingung menyikapi suasana saat itu. Mungkin Pak dodi waktu itu cm berpikir, ini yg senam dia sendirian apa banyakan seehhh..., kok jadi dia sendirian yg disemangatin..???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Secara sengaja Sang Pelatih pun memperhatikan sikap istri Pak Dodi yg sedari tadi terlihat senyam senyum dan ketawa kecil. Istri Pak Dodi memang ikut pula dalam senam pernapasan ini. Ahh, pasangan yg serasi memang. “Lohh.., kok Bu Dodi senyam senyum siy..?” tanya Sang Pelatih menggoda. “Ahh, gpp kok Pak Haji” sambil berusaha menyembunyikan rasa malu dan merah diwajahnya serta sesuatu yg terpendam lainnya. Aihh..aihh.. dah kyk penganten baru ajah niy pasangan suami istri, dalam hati Sang Pelatih. Dan segera dimulailah gerakan jurus tersebut dengan kompak dan semangat, khususnya Pak Dodi dan istri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Energi yg diolah dalam senam pernapasan ini berasal dari udara yg kita hirup. So simple, so easy. Bukan pernapasan dada atau diagfragma yg dilakukan (tau diagfragma gak…???, nyontek sebelah gihh…..) tapi pernapasan perut. Tarik napas lewat hidung, simpan di perut (artinya perut dikembungkan, bukan busung lapar yahh..!!) dan tahan, trus tekan napas 2 jari dibawah pusar beberapa detik dan lebih bagus lagi itungan menit (kl loe pertama kali ikutan, pasti loe berharap hitungan detik itu berjalan secepat kilat atau minimal setara dgn kecepatan pesawat jet super canggih :D ) dan keluarkan kembali melalui hidung secara perlahan. Dalam setiap tarikan napas jgn lupa kita selalu berdzikir dan ingat kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nah, permasalahannya, kl udara yg kita hisap lewat hidung trus kita bisa keluarkan lagi lewat hidung, keadaan dan suasana senam pasti aman terkendali (Everything is underwear, eh, under control denk..). Tapi…, kl udara yg kita hisap lwt hidung trus gak keluar lewat hidung lagi tp lwt jalan pintas yaitu lwt belakang dan mengeluarkan suara dengan irama ¾ dimulai pada detik ke 4, 1..2..3..4.. “tutt….tutt…brot..brot..brebet..brebet…”(gila kan, kentut ampe nge brebet gituhh…), gimana jadinya coba..???, wuahhh…. Dijamin pasti smua orang pada senyam senyum dan sebagian lain cekikikan. Emang siy, kl dipikir-pikir, jalan pintas itu yg paling terdekat buat ngeluarin udara yg kita hisap. Mari kita coba analisis, jarak hidung ke perut mungkin kira2 ½ meter. Brarti perjalanan udara hidung-perut-hidung akan menempuh jarak kurang lebih 1 meter. So, pasti dah tau donk alasan kenapa ada sebagian orang lebih memilih jalan pintas itu, karena perjalanan udara akan memakan waktu yg lebih singkat. (Huahahaha…. Jgn2 pada serius bacanya niyy…..) yg pasti bukan karena jalan pintas yg di pilih. Hal itu terjadi karena udara yg disimpan diperut kemudian ditekan dengan napas 2 jari dibawah pusar (kayak orang ngeden). Kl pas latihan lagi masuk angin alias perut kembung, dipastikan hal tersebut bakalan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tp beda halnya kl ternyata emang itu jadi suatu hobby alias setiap latihan ngeluarin gas terus. Karena gw sendiri berapa kali jadi korban gas beracun tersebut gara-gara berdiri tepat di belakangnya. Dan herannya kok yg ngeluarin gas orangnya itu2 terus sehh..?. Buyset dehhh... niy orang dah kyk pabrik gas ajah dehh, tiap kali latihan buang gas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ok, trus, bagaimana dari sisi aroma udara yg dikeluarkan…??? Kebayang gak siy kl pas lg senam sedang menghirup udara bebas tiba2 ada gas beracun yg membuat polusi udara. Rasanya gak rela banget dehh….. huahahaha……. do I need to breath…???(kl gw bisa berharap, senam dihentikan untuk sementara waktu sampai udara aman dan sehat untuk di hirup kembali. Tp apalah daya, senam must goes on). Tp itulah kelebihan senam pernapasan dilembaga yg bernama M ini, bahwa emang diperbolehkan dan dimaklumi kl sampe terjadi peristiwa seperti itu. Bahkan, sebenarnya kita bisa di hukum kl mentertawakan orang yg buang gas tersebut seandainya latihan di pusatnya lembaga senam ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ya begitulah suka cita dari senam pernapasan ini. Insya Allah bukan cm kesehatan yg bisa di raih tp juga memperluas dan menjaga silahturahmi. Sehat bukan diraih tp di jaga dan mencegah lebih baik daripada mengobati. "Bukan begitu sodara2..???", "Begitu Pak..." Jawaban serempak dari para Pembaca, "Ayo Semangat...!!!" diiringi suara tepuk tangan yg ramai. :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-7344219764324140179?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/7344219764324140179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=7344219764324140179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/7344219764324140179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/7344219764324140179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/07/senam-pernapasan-part-two-end.html' title='Senam Pernapasan - Part Two (End)'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-1664070282153077897</id><published>2008-07-01T04:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T05:03:02.374-07:00</updated><title type='text'>Senam Pernapasan - Part One</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rabu, 5 menit menjelang jam pulang kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gw gak bisa niy janjian abis pulang kantor, gw ada senam nanti malam”, Bang Jul menjawab pertanyaan telp dari seorang temen yg mo minta tolong sehabis jam kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahh..!!!” Dengan ekpresi terkejut kyk abis disengat listrik 1000 KW. Duh parah banget yak terkejutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loe ikutan senam..???”, temen Bang Jul melanjutkan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senam apaan siy..?, SKJ yahh atau senam Tera atau senam hamil atau senam bayi yahh..??”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What..??? senam hamil..??? (gedubrakksss...*hampir pingsan..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jul terpana mendengar pertanyaan temennya. Dalam hati Bang Jul, prasaan sejak dari jaman Nabi adam ampe hare genehh gak ada deh cowok yg bisa hamil..?? mungkin bukan senam hamil, pikir Bang Jul, tp senam menghamili kalee... (sambil senyam-senyum). Trus senam bayi, kok bisa bilang senam bayi...? Owhh..., Bang Jul tersadar, mungkin karena wajahnya yg mirip baby face kegencet pintu. Bang Jul coba membayangkan dalam suatu kegiatan di senam bayi tiba2 sang instruktur memberikan intruksi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba itu bayi yg dah punya jenggot (menunjuk ke arah Bang Jul) di angkat tangannya keatas..(sambil menunjuk langit2)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jul yg ditunjuk sperti itu langsung kelagapan dan menyadari bahwa memang dia doank bayi yg udah punya jenggot (kan aneh tuhh..... lalu meratapi nasib... *nasib...nasib...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang hampir setiap orang yg Bang Jul beritahu kl dia ikutan senam, menganggap Bang Jul tuh ikutan senam kyk jaman SD dulu, palingan senam SKJ dengan musik SKJ nya yg kl diperhatiin suara musiknya kyk gini niy “teng..terengteng..teng…teng…terengtengteng… dst . Fiuhh… dalam hati Bang Jul bilang, itu musik bukan musik SKJ pantesnya tapi musik 'tengteng' ajah namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyahh…., gw sekarang ikutan senam, tp bukan senam SKJ atau Tera atau senam jaman SD dulu lahh..”. Bang Jul menjawab dengan intonasi pembelaan karena takut dituduh kalo emang ternyata Bang Jul bener ikutan senam yg temennya maksud itu bisa jadi disebabkan karena banyak cewek-ceweknya. Ahahh.. Bang Jul tau jalan pikiran temannya, Damn, Shit… mentang2 Bang Jul "single fighter". (Huahahaha…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Senam yg gw ikutin itu senam pernapasan tauk….” Cukup kyknya penjelasan Bang Jul dan akhirnya temen Bang Jul mengakhiri percakapan dengan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Owhh.., ok. Met ketemu cewek-cewek yahh, eh maksudnya, met senam bareng cewek-cewek…” Sambil ketawa cekikikann kyk makhluk-makhluk yg dikejar-kejar dalam salah satu serial di TV Swasta “Satu malam Mengejar Setan…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp gpp, akhirnya berakhir jg penderitaan Bang Jul menjawab pertanyaan2 temennya yg pengen tau banget alasan Bang Jul cm gara2 gak bisa bantuin or nolongin temennya abis jam pulang kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continue..........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-1664070282153077897?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/1664070282153077897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=1664070282153077897' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/1664070282153077897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/1664070282153077897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/07/senam-pernapasan-part-one.html' title='Senam Pernapasan - Part One'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5823009311810450850.post-4758245534850602538</id><published>2008-06-24T04:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T04:53:32.913-07:00</updated><title type='text'>New Comer</title><content type='html'>Hi.. i'm new here. I'll collaborate with mataharilaut or my sunshine's blog in term of story sharing. We hope you'll enjoy the story and happy reading. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5823009311810450850-4758245534850602538?l=tamanbertema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanbertema.blogspot.com/feeds/4758245534850602538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5823009311810450850&amp;postID=4758245534850602538' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/4758245534850602538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5823009311810450850/posts/default/4758245534850602538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanbertema.blogspot.com/2008/06/new-comer.html' title='New Comer'/><author><name>kelana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07969052730900289920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
